This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Saturday, January 14, 2012

First Impression


Pikiran pertama gua adalah: gimana caranya gua nyampek airport jam 5 pagi? Namun karena gua anak baik, Tuhan memberi kemudahan buat gua :p Dari jam 3 pagi BBM group mulai deh “pang ping pang ping pong” à (bukan bacaan yang sebenarnya, red.) alias berisik untuk ngebangunin jangan sampai kita telat semua. Gak sia-sia, meski rumah di daerah Bintaro, gua jadi orang kedua yang sampai di airport. Isn’t it really sumthin’? Haha. Si Ibu Ketua yang rumahnya paling dekat malah dateng belakangan. Singkat cerita kita semua berhasil numpang ‘metro mini’ cap pesawat sriwijaya. Hal yang paling gua ingat di pesawat tuh cuman: Gigo penakut banget dan Dedek berisik banget. Tak lupa udara yang kurang bersahabat membuat perjalanan selama di udara semakin berwarna *palm face*.

Pre Belitung


(1)    Sususan bebatuan segede tronton yang membentuk lorong-lorong di sela-selanya.
(2)    Pantai yang indah (pasir putih, landai, air jernih kebiruan) sesuai yang gua biasa liat di album  foto teman-teman gua yang udah pernah kesana.
(3)    Keindahan pantainya jauh lebih baik dibanding dengan Bangka, yang persepsi gua merupakan ‘induk’ pulaunya Belitung. Whatever ‘induk’ means here :D 

Persiapan


Mungkin agak melenceng dikit ya, sebenernya kira-kira 2-3 tahun yang lalu gua emang udah pengen ke Belitung. Yah gara-gara apalagi cobak kalo bukan karena film layar lebar beken yang kini merambah jadi sinetron *palm face*Ditambah lagi dengan makin banyaknya travel EO yang menawarkan paket murah kesana. Namun keinginan itu sempet meredup dan bahkan hilang sama sekali. Apa pasal? Alasan simple hanya karena lama-lama Belitung pasaran. Hihihihi. Nah, kala itu (gua lupa bulan apa yah yang kita heboh pesen tiket tuh?), gua liat beberapa temen pasang status BBM yang intinya “can’t wait to go to Belitung”. Disaat yang sama gua lagi bête karena ga punya planning jalan2 buat akhir tahun. Nah, dari itu. . . daaaang,. . . akhirnya gua memutuskan untuk ikut. Bener-bener tante labil ya gua. Hahaha. Setelah konfirmasi ke Ibu Ketua, ybs memastikan bahwa masi ada ruang kosong buat gua nyempil di kamar mereka. Langsung gua pesen tiket pesawat. Tadaaa gue jadi satu-satunya anggota yang beli tiket sendiri. Padahal yang lain dibayarin ama Ibu Ketua *curaaang*.

Note aja sedikit: satu-satunya persiapan yang berarti untuk gua adalah mencari baju kaos polos warna-warni untuk dijadikan baju seragam. Akhirnya gua nemu juga kaos murmer Rp. 25.000 di pasar kaget depan rumah gua :p Toh buat di sablon ini.